Peringati HAD, Ditjen SDA Edukasi Masyarakat Akan Pentingnya Air

Hari Air Dunia (HAD) atau World Water Day adalah perayaan tahunan yang ditujukan untuk mengedukasi masyarakat dunia akan pentingnya air bagi kehidupan dan pengelolaan air yang berkelanjutan. Tahun 2017, yang merupakan tahun peringatan Hari Air Dunia ke-25 memiliki tema“Air dan Air Limbah”. Melalui tema ini, setiap orang diberikan kesempatan untuk berperan menyelamatkan air dari limbah industri dan rumah tangga sebagai upaya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Dalam peringatan HAD ke-25 tahun 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah menyelenggarakan berbagai aksi yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Berbagai aksi tersebut meliputi bersih-bersih sungai, susur sungai, lomba angkat lumpur dan sampah, lomba kesenian, edukasi dalam bentuk workshop daur ulang limbah dan sekolah sungai, penanaman pohon dan kampanye publik. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan semangat positif dalam menyelamatkan air bagi kehidupan. Memasuki acara puncak peringatan Hari Air Dunia ke-25, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air juga menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya, Donor Darah, Lomba Karya Ilmiah SMA/SMK/MA Tingkat Nasional, Lomba Menggambar dan Mewarnai Anak, Pertandingan Gateball, dan Pameran Hari Air Dunia yang bertempat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta. Acara puncak ini digelar dari 26-28 April 2017.

Dalam arahannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengingatkan bahwa kita adalah manusia dan khalifah Tuhan di dunia yang ditugasi dan berperan menjaga kelestarian lingkungan. “Dengan peringatan Hari Air Dunia tahun 2017 yang bertema Air dan Air Limbah, saya mengajak kita semua untuk introspeksi pada diri kita masing-masing apakah kita sudah berperilaku dan beretika dengan baik terhadap lingkungan baik flora dan fauna. Ini bukan soal teknologi, ataupun sarana dan prasarananya. Tetapi tentang perilaku kita terhadap lingkungan dan air,” ujar Menteri Basuki.

Pada peringatan Hari Air Dunia ke-25, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, komunitas sungai, komunitas danau dan komunitas situ agar bersama-sama menyelamatkan air untuk kehidupan. Menteri Basuki menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi pada komunitas-komunitas tersebut karena upaya yang tak pernah lelah dalam merawat lingkungan dengan berbagai aksi nyata pada kawasan sekitar situ, sungai dan danau.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Hari Air Dunia ke-25 Lolly Martina Martief menjelaskan bahwatagline yang diusung pada peringatan Hari Air Dunia tahun ini adalah “Bersama Kita Selamatkan Air Untuk Kehidupan”, dengan harapan bahwa tradisi gotong royong yang telah mendarah daging di Indonesia dapat pula diterapkan dalam pemecahan permasalahan terkait kuantitas dan kualitas air.(dro kompuSDA)