Kunjungan Lapangan BWS Sumatera VI Bersama Komisi V DPR RI di Kabupaten Sarolangun

Jambi, 07 Januari 2020 – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI melaksanakan Kunjungan Lapangan ke 4 lokasi proyek infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Keempat lokasi proyek yang dikunjungi oleh rombongan adalah: Embung Beluru Pauh, Pekerjaan Saluran Irigasi Batang Asai Paket III, Bendung Batang Asai, dan Embung Tobek Desa Bukit.

Kunjungan Lapangan dilaksanakan oleh jajaran pimpinan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI antara lain: Bapak Nurfajri, S T, Sp.1 selaku Kepala BWS Sumatera VI, Bapak Arie Prasetio Sugeng, ST, MT selaku Kasi Pelaksanaan, Kepala SNVT Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Sumatera VI, Bapak Andri Aypel S, ST, MT. Turut hadir Bapak Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. selaku Anggota Komisi V DPR RI serta Bupati Kabupaten Sarolangun yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Bupati Kabupaten Sarolangun, Bapak H. Hilalatil Badri.

Kunjungan Lapangan DPR RI ke Sarolangun 1

Tujuan Kunjungan Lapangan ini adalah untuk mengevaluasi pekerjaan infrastruktur BWS Sumatera VI. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Embung Beluru Pauh yang dikerjakan oleh PPK Danau Situ dan Embung, Bapak Bisma Muhammad Martayuda, ST, MPSDA dengan PT Pili And Tris Sunas sebagai penyedia jasa konstruksi.  Terletak di Kelurahan Pauh Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun, Embung Beluru Pauh atau Embung Danau Pauh ini memiliki luas ±10.35 Hektar dengan nilai kontrak Rp 19.802.140.000,-. Berdasarkan kontrak, pembangunan Embung Beluru Pauh memiliki masa pelaksanaan selama 210 hari kerja dan terjadwal selesai pada akhir tahun lalu, tepatnya pada tanggal 23 Desember 2019.

Irigasi Batang Asai Paket III dan Bendung Batang Asai menjadi lokasi selanjutnya yang dikunjungi oleh BWS Sumatera VI bersama Anggota Komisi V DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Irigasi Batang Asai Paket III dan Bendung Batang Asai merupakan pekerjaan PPK Irigasi dan Rawa II yang termasuk bagian dari SNVT Bidang Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BWS Sumatera VI. Bapak Eko Yudha Tusisko, ST selaku PPK Irigasi dan Rawa II menjadi penanggungjawab proyek ini. Pada Irigasi Batang Asai Paket III. Kunjungan diawali dengan laporan dari petugas lapangan mengenai pelaksanaan pekerjaan kepada Kepala BWS Sumatera VI dan Anggota Komisi V DPR RI di ruang rapat. Bendung Batang Asai akan mengarahkan aliran air ke sawah di wilayah setempat seluas 5.880 Hektar.

Kunjungan Lapangan DPR RI ke Sarolangun 7

Selanjutnya rombongan bergerak ke Embung Tobek Desa Bukit yang pelaksanaan pekerjaannya selesai pada tanggal 23 Desember 2019 lalu. Embung ini memiliki nilai kontrak Rp 12.545.924.000,-. dengan PT Buana Khatulistiwa sebagai Penyedia Jasa Konstruksi. Juga merupakan proyek SNVT PJSA, PPK Danau Situ Embung, Embung Tobek Desa Bukit menjadi destinasi terakhir kunjungan BWS Sumatera VI bersama Anggota Komisi V DPR RI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun di awal tahun 2020 ini.

“Pembangunan embung, irigasi dan bendung merupakan bentuk upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sarolangun, serta merupakan bentuk konservasi air, sehingga kesediaan air baku di daerah Kabupaten Sarolangun diharapkan dapat selalu terpenuhi” Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Nurfajri, ST, Sp.1 selaku Kepala BWS Sumatera VI.

Bapak Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. selaku Anggota Komisi V DPR RI menambahkan, “Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun agar dapat membantu melakukan pengawasan di daerah proyek, sehingga pembangunan tidak terhambat oleh aktivitas tambang tanpa izin maupun pembuangan sampah.”

Kunjungan Lapangan DPR RI ke Sarolangun 14

Menyambut yang disampaikan oleh Bapak HBA, Wakil Bupati Kabupaten Sarolangun, Bapak H. Hilalatil Badri mengatakan bahwa “Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun juga siap membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tujuan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Sarolangun.”

Kunjungan lapangan bersama unsur Pemerintah Pusat, DPR RI dan Pemerintah Daerah merupakan perwujudan sinergitas antar lembaga. Dengan adanya kolaborasi antara semua pihak, akan membangun kerjasama yang baik. Sehingga pekerjaan infrastruktur dapat terwujud dan membawa kemajuan bagi masyarakat.

Dokumentasi