Bidang Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA)

Provinsi Jambi dengan luas daratan 53.435 Km2 mempunyai luas daerah pertanian 18.222 Km2, dimana kondisi wilayah Provinsi Jambi pada umumnya dataran rendah dan sebagian dilalui oleh bukit barisan, yang mengalirkan anak sungai besar, kecil dan hamparan sawah yang berada disekitar dataran lereng bukit. Daerah Rawa di Provinsi Jambi secara bertahap telah dimulai sejak tahun 1969 – 1970, dimulai dengan Delta Berbak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur hingga rawa Singkut di Kabupaten Sarolangun.

Dalam program pemerintah untuk pembukaan persawahan pasang surut seluas satu juta hektar yang dimulai pada Pelita I pada tahun 1974, Provinsi Jambi termasuk salah satu Provinsi yang mempunyai potensi untuk pembukaan persawahan pasang surut tersebut. Pengembangan daerah rawa terus berlanjut hingga kini dan pada umumnya dimanfaatkan masyarakat untuk lahan persawahan, perkebunan, perladangan, dan pemukiman.

Berdasarkan instansi pengembangnya dan tujuan pengembangannya, daerah rawa di Provinsi Jambi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

  1. Daerah rawa yang dibuka oleh pemerintah untuk tujuan transmigrasi.
  2. Daerah rawa yang dibuka secara swadaya oleh masyarakat setempat maupun pendatang.

Potensi Lahan rawa potensial untuk usaha tani di Provinsi Jambi adalah seluas 684.000 Ha atau sekitar 12 % dari luas Provinsi Jambi, sementara lahan yang sudah dibuka adalah seluas 252.983 Ha baik rawa pasang surut seluas 211.962 Ha dan rawa non pasang surut (rawa lebak) seluas 41.021 Ha.

Pengembangan rawa seluas itu telah melalui berbagai kegiatan peningkatan diantaranya melalui Special Maintenance, APBN murni, OECF dan yang terakhir melalui dana IBRD dengan programnya ISDP (Integrated Swamp Development Project – Pengembangan Rawa Terpadu). Berbagai program peningkatan tadi bertujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pengairan baik saluran maupun bangunan air sehingga dapat berfungsi secara teknis dan proporsional dengan pengelolaan air yang terpadu.

Dalam rangka menunjang program untuk meningkatkan produksi pangan khususnya beras, pembangunan di bidang pengairan merupakan salah satu usaha yang harus diwujudkan, baik berupa pembangunan baru maupun rehabilitasi jaringan rawa yang telah ada guna meningkatkan ketahanan pangan dan menambah penghasilan petani, sehingga akan meningkatkan taraf hidup.